Ponpes Metal Razia Orang Gila

1804_razia-orang-gila-13Pasuruan : Dalam dua hari, puluhan santri Ponpes Muslim Metal (menghafal ayat-ayat Al Qur’an) Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan berkeliling wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan untuk merazia orang gila. Para orang gila yang biasa berkeliaran di jalanan ini, oleh para santri yang rata-rata berambut gondrong, langsung ditangkap dan dimasukkan ke atas truk.

Tidak terkesan merasa keberatan sedikitpun dari para santri yang sigap begitu dijumpai terdapat orang gila berkeliaran di jalanan. Tanpa kompromi para orang gila itu langsung ditangkap. Jika meronta, para orang gila itu langsung diangkat dan dibawa lari untuk dimasukkan ke truk. Selama dua hari beroperasi, para santri Ponpes Muslim Metal berhasil merazia sebanyak 17 orang gila.

Selanjutnya orang-orang gilaini dibawa menuju ke Ponpes Muslim Metal untuk dibersihkan dengan dimandikan, dipotong rambutnya dan diberi pakaian yang layak. Meski gila, terkadang diantara mereka ada juga yang melawan saat dibersihkan

Sementara itu KH Abu Bakar Kholik, Pengasuh Ponpes Muslim Metal mengatakan aktifitasnya ini berlangsung bertahun-tahun lamanya. Tujuannya utamanya yaitu untuk memanusiakan orang gila itu.“ Saya kasian, mereka juga manusia, saya tangkapi selanjutnya dibersihkan, dimandikan dan diberi pakaian yang layak, dibina dengan berbagai aktifitas keagaamaan. Jika diperlakukan seperti orang normal pada umumnya, Insya Allah mereka bakal diberi kesembuhan,” ungkap KH Abu Bakar Kholik.

Menururutnya, memperlakukan orang gila seperti halnya dengan orang normal terbukti manjur. Terbukti dari ratusan orang yang dulunya gila saat ini sudah normal dan dapat beraktifitas kembali. “Jika sudah sembuh dan dia ingat kampung halamannya dan bisa pulang kembali dan hidup normal seperti orang kebanyakan. Tapi jika mereka memilih untuk tetap di pondok ini juga saya persilahkan,”imbuh KH Abu Bakar Kholik.

Pemkot Siapkan 32 M Untuk Pengembangan RSUD

rsud-12Pasuruan : Keinginan Pemerintah Kota Pasuruan untuk segera memiliki rumah sakit yang representatif sebentar lagi bakal terwujud. Pemkot Pasuruan telah menyiapkan anggaran Rp 32 Milyar yang diambilkan dari anggaran APBD Kota Pasuruan 2009 untuk pembenahan sarana dan prasarana RSUD dr. R. Sudharsono Pasuruan.
Anggaran tersebut nantinya akan dipergunakan untuk pembangunan fisik dan renovasi rumah sakit yang dikenal dengan nama RS. Purut. “Anggaran dana tersebut akan dipergunakan untuk membenahi fisik bangunan dan menambah fasilitas medis”Kata Kepala RSUD dr R. Sudharsono, dr.Sugeng Winarta Kamis (29/3) kemarin.

Lanjut Sugeng, fisik bangunan rumah sakit yang dipimpinnya ini memang sudah tidak memadai untuk ukuran sebuah rumah sakit umum. “Bangunan rumah sakit ini sudah sejak jaman belanda, sudah tidak sesuai dengan kebutuhan rumah sakit modern lagi,” ungkapnya.
Saat ini pemkot sudah menyiapkan site plan atau gambaran teknik baru untuk proyek pengembangannya. Dengan harapan rumah nsakit ini nantinya dapat berubah tipe akreditasi menjadi rumah sakit tipe B yang saat ini masih bertipe C.
“Kami ingin pembangunan rumah sakit ini tidak di cicil. Karena selama ini masih berkuat dengan status type C, dalam beberapa tahun ke depan kita bersiap-siap naik kelas menjadi rumah sakit tipe B,” kata Sugeng.
Namun menurutnya, perubahan status itu semudah membalikkan telapak tangan. Mereka harus memenuhi beberapa kriteria penting yang menjadi syarat perubahan status menjadi type B. Diantaranya adalah kelengkapan fasilitas-fasilitas penting untuk tindakan medis. Sugeng mencontohkan, salah satunya dengan tersedianya ruangan khusus untuk ICU (Intensive Care Unit/ UGD), disamping persyaratan menyediakan beberapa poli khusus untuk pelayanan masyarakat.
Sementara ini, RSUD Purut belum memiliki ruang perawatan ICU. Akibatnya beberapa pasien dalam kondisi kritis terpaksa dirujuk ke rumah sakit lain yang lebih besar untuk mendapat perawatan lebih intensif.
Selain itu, jumlah dokter spesialis yang akan bertugas di RS ini juga harus bertambah. “Sekarang kami hanya mempunyai empat orang dokter spesialis, tapi kami juga membiayai pendidikan beberapa orang dokter termasuk spesialis jantung ahli anastesi untuk memenuhi persyaratan 11 orang dokter spesialis guna memperoleh akreditasi B,” tuturnya.
Namun untuk syarat ketersediaan poliklinik untuk pasien yang berobat ke RSUD, Sugeng mengaku pihaknya sudah lama menyediakannya. Poli yang menjadi prioritas adalah poli kandungan, poli bedah, dan penyakit dalam. Bahkan hingga saat ini manajemen RSUD sudah menyiapkan dua dokter spesialis untuk masing-masing poliklinik. Sementara saat ini RSUD dr R Sudharsono sudah mempunyai 13 poli, yaitu poli kulit, umum, anak, penyakit dalam, KIA (Kesehatan ibu dan anak), bedah, saraf, andrologi, rehabilitasi medik, mata, THT, gigi dan poli gizi.
Sugeng kembali menambahkan, jika keputusan untuk perubahan status itu akan dilakukan secara bertahap. Alasannya adalah karena keterbatasan anggaran. Meskipun begitu lanjut Sugeng, pemkot tetap konsisten setiap tahun memberikan anggaran lebih untuk pembangunan RSUD. Bahkan untuk tahun ini siap direalisasikan bangunan fisik untuk UGD yang lebih representatif, gedung OK (operasi kotor), dan juga perkantoran bagi manajemen RSUD.(yok)