Walikota Sidak Pelaksanaan Unas

Pasuruan : Hari pertama pelaksanaan ujian nasional (unas) tingkat SMA/ SMK/ SMALB di Pasuruan berlangsung

l2004_walikota-sidak-unas12ancar. Tidak ditemukan keributan maupun kekacauan saat pelaksanaan ujian penentu kelulusan siswa SMA ini kemarin Senin (20/04).

Jumlah peserta unas untuk SMA, SMK dan MA di Kota Pasuruan total mencapai 2.925 siswa, namun hanya seorang siswa SMKN 2 Kota Pasuruan, M.Subhan, Jurusan outomotif yang terlibat dalam pencurian sepeda motor juga ikut dalam Unas. Namun ia dalam pengawalan ketat dari kepolisian sejak berangkat dari Mapolresta dan kembali juga ke Mapolresta.

AKP Aria Wibawa mengatakan meski terlibat dalam pencurian kendaraan bermotor, M Subhan tetap diberi keleluasaan untuk mengikuti Unas, “Siswa ini, saya beri special di hari Unas ini, karena untuk masa depan dia yang harus tetap diperhatikan. Karenanya ia tetap mengikuti pelaksanaan Unas, meskipun dengan pengawalan dan pengawasan ketat polisi yang tidak berseragam,” ungkap Aria Wibawa.

Sedangkan peserta Unas SMA sederajat di Kabupaten Pasuruan keseluruhan berjumlah 10.409. Secara terinci, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan menyampaikan untuk SMA 3.846 siswa, SMK 4.471 siswa dan MA 2.092 siswa, “Pelaksanaan Unas di Kabupaten Pasuruan berjalan dengan lancar,” kata Edy Sasmito

Biasanya saat unas digelar, para pejabat menggelar sidak hingga masuk ke ruang ujian. Namun saat ini tidak dijumpai lagi. Para pejabat hanya melihat dari luar ruangan seperti dialami H Aminurrokhman, Walikota Pasuruan, yang sidak ke beberapa SMA, SMK dan MA di Kota Pasuruan.

“Tidak apa-apa jika tidak diperbolehkan. Ini semua juga demi kebaikan para peserta agar mereka dapat mengerjakan soal-soal dengan tenang dan tidak terganggu konsentrasinya,” tandas Aminurrokhman.

Walikota Pasuruan H Aminurrokhman berharap agar para wali murid untuk tetap memperhatikan putra-putrinya selama berlangsungnya Unas. “Semua pelaksanaan Unas berjalan lancar dan saya menghimbau agar para orang tua untuk meningkatkan pengawasan belajar anaknya pada malam hari sehingga putra-putrinya dapat belajar dengan konsentrasi penuh,” Imbuhnya

Pemandangan menarik terjadi di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) Kota Pasuruan. Unas di SMALB hanya diikuti tiga siswi saja, yakni Lis Maisyaroh, Desi Natalia da Aris Sutrisno yang masuk di jurusan tuna rungu dan tuna Daksa. Karena pendengarannya tidak sempurna, komunikasi siswa dengan pengawasnya harus menggunakan bahasa isyarat.

“Lumayan dan hanya beberapa soal saja yang sulit. Semua jawaban saya isi dan yakin dapat lulus unas. Jika lulus nanti saya ingin bekerja,” kata Lis Maisyaroh.