Tak Ada Mitan Kayupun Jadi

2904_anak-dan-ibu-cari-kayu-bakar1jpg2

Bocah : Disaat teman2 sebayanya bermain ceria seorang bocah warga Tutur kawasan Bromo Kabupaten Pasuruan harus rela membantu orang tua dibelakangnya untuk mencari kayu bakar agar dapurnya tetap mengepul.

Pulang sekolah tempuh 1 Km cari kayu bakar

Pasuruan : Minyak tanah (Mitan) bagi warga suku tengger di kawasan gunung bromo adalah barang langka dan istimewa. Pasalnya harga di sana rata-rata Rp.5.000 per liternya. Ditingkat pengecer dihargai Rp. 4.000 rupiah. Harga tersebut dinilai warga sangat tinggi hingga tak mampu membelinya.

Saat ini Mereka lebih sering menggunakan kayu bakar untuk bahan bakar memasak dengan cara berdian agar dapurnya tetap mengepul. Kenyataan ini tak sebanding dengan promosi program pemerintah menggelontor ribuan elpiji 3 kg yang dikenal gratis dan murah tetapi masyarakat suku tengger tidak mampu membelinya.

Ngatemi, 57, warga dusun Baledono di Dusun Baledono, Kecamatan Tosari, mengatakan setiap harinya membutuhkan tiga karung kayu bakar, “Sejak dulu kami selalu menggunakan kayu bakar, setiap hari sekali saya beserta anak saya mencari kayu bakar di ladang sekitar 1 km dari rumah, kayu bakar tersebut di gunakan dalam kebutuhan sehari-hari,” ungkap Ngatemi

Menurut Ngatemi harga di pasaran saat ini pengecer mitan menjual minyaknya dengan harga rata-rata Rp 4.000 per liter. Bahkan ada juga beberapa pengecer yang menjualnya dengan harga Rp 5.000 per liter, “Untuk harga seperti itu saya tidak kuat untuk membelinya, lebih baik saya memilih mencari kayu bakar di ladang kami, ketimbang membeli minyak tanah yang melambung tingi,” kata Ngatemi di sela-sela membawa kayu bakarnya yang di bantu dengan anak terakhirnya

Kepala Desa Wonokitri, Wartono mengatakan sebagaian besar setiap warga suku Tengger yang tinggal di kawasan Gunung Bromo menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar utamanya. Sementara kayu bakar yang digunakan untuk memasak tak terhitung jumlahnya karena warga setiap harinya mengambil kayu ke ladangnya masing-masing.


Selain untuk bahan utama kayu bakar, Wartono menjelaskan setelah krisis energi yang berdampak harga minyak tanah menjadi melambung, kayu bakar yang sempat ditinggalkan warga suku Tengger di Gunung Bromo, kini digunakan lagi, “Untuk menghangatkan ruangan warga memilih menggunakan bahan bakar arang karena tidak menimbulkan asap yang memedaskan mata. Untuk keperluan masak-memasak, warga kembali menggunakan kayu bakar karena mudah didapatkannya. Walau menimbulkan asap, letak dapurnya terpisah dari rumah induk,” kata Wartono.


Iklan

Home Indutri Pembuat Miras Palsu Digrebek

Pasuruan : Berbekal laporan masyarakat, jajaran kepolisian Polres Pasuruan menggerebek Home Industri minuman keras (miras) di dusun Tamanan, desa Rombokulon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Home industri ini diduga tidak memiliki ijin dan menjual mirasn palsu yang bisa mengakibatkan kematian.

Kurang lebih miras palsu berjenis Mansion House dan Vodka, siap dioplos kini di sita oleh petugas kepolisian. Dalam pengerebekan ini sepasang suami-istri (pasutri) yaitu Abdul Rochim, 55, Indah, 47 tertangkap basah karena sedang mengopolos minuman berjenis Mansion House di rumahnya, kini jajaran kepolisian menggelandang tersangka pasutri ke Polres Pasuruan.

“Kemarin malam, kami mendapatkan SMS dari salah satu warga sekitar di daerah tersebut ada home Industri miras palsu (oplosan). Setelah apel pagi, jajaran kami langsung menggerebeknya,” ungkap AKP Yusuf Anggi SH, Kasat Narkoba, Senin (27/04)miras-1.

Penggerebekan di mulai pukul 08.00 WIB yang di pimpin langsung oleh AKP Yusuf Anggi SH, Kasat Narkoba dan puluhan personil kepolisian Polresta Pasuruan. Saat di grebek polisi mendapati ribuan lebih miras palsu berjenis Mansion House siap oplos. Polisi langsung melakukan penyitaan dan menggelandang sepasang pasutri dan mengirimkan ke laboratorium forensic (labfor) Surabaya.

Secara terinci, AKP Yusuf Anggi SH, menyita barang bukti berupa alat untuk mengoplos miras tersebut diantaranya caramel cair berwarna putih 8 jurigen botol, bahan jadi Mansions House 2 jurigen besar, minyak tanah 2 jurigen, pewarna hitam 1 botol kecil, pewarna coklat 1 botol kecil, caramel padat 1,2 kg, alcohol hitam 2 kaleng, alkohol putih 3 kaleng, alat bantu pres dan cukak 7 biji, selang untuk pensulingan 1 biji, corong dan saringan untuk pengoplos 2 biji, Logo Mansions House dan Vodka 6 bendel masing-masing satu bendel 150, campuran warna coklat 1 botol 1,2 liter, tutup botol kemasan Mansion House dan Vodka 6 kresek besar berwarna hitam dan masing-masing satu kresek berisi 200 tutup botol, lem pelekat logo 2 biji, 19 botol Mansion House dan Vodka siap di jual, botol kosong untuk Mansion House sudah bersih siap diisi miras oplosan sebanyak 15 karung dan masing-masing karung berisi 70 botol kosong dan botol kosong untuk Vodka sudah bersih dan siap diisi miras oplosan di dalam kardus aqua 26 dan masing-masing kardusnya berisi 50 botol kosong.

Samsul Hidayat, 34, salah satu warga sekitar mengatakan tidak tahu kalau rumah tersebut menjual barang haram yang di jual di masyarakat, “Saya baru kali ini mengetahui rumah Abdul Rochim memproduksi membuat minuman haram tersebut,” kata Samsul Hidayat

Menurut tersangka Abdul Rochim, 55, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya menolak barang tersebut miliknya. “Ini adalah barang titipan dari teman saya Endang, warga Bangil Kabupaten Pasuruan. Saya tidak tahu siapa pemiliknya” kata Abdul Abdul Rochim.

Sementara AKP Yusuf Anggi SH, Kasat Narkoba menjelaskan kami masih memproses pasangan suami-istri untuk di mintai keterangan, “Saat ini kami masih dalam proses penyelidikan. Berdasarkan temuan yang kami sita tadi akan kami kirimkan ke Labfor Polda dan selanjutnya dibawa ke laboratorium kesehatan Jatim, ” kata AKP Yusuf Anggi yang di dampingi AKBP Setyo Budi, Polres Pasuruan.

Wisata di “City Of Mountain” yang Eksotik

Memang Pasuruan bukan tandingan pegunungan Himalaya atau pegunungan Jayawijaya di Jayapura yang sudah terkenal dengan keindahan alamnya. Tetapi pasuruan juga tak kalah  indahnya bila kita mengunjunginya.
indahnya-matahari-terbit-dari-penanjakan-bromo2

Peta geografis Kabupaten Pasuruan memiliki wilayah daratan seluas 1.474 km2, secara geografis terletak antara “112 33’55-113 05’ 37 BT dan 7 32 34 – 7 57 20” LS, batas adminitratif kabupaten Pasuruan di bagi menjadi 24 kecamatan, 341 desa dan 24 kelurahan serta 1694 pedukuhan. Batas wilayahnya sebelah utara kota Pasuruan, selat Madura dan Kabupaten Sidoarjo, sebelah selatan Kabupaten Malang, sebelah barat Kabupaten Mojokerto dan sebelah timur Kabupaten Probolinggo.

Kabupaten Pasuruan dengan ikon wisata “City Of Mountain” merupakan salah satu detinasi wisata di Jawa Timur, memiliki berbagai jenis wisata yang memiliki standart nilai jual yang cukup tinggi baik wisata alam, wisata budaya, Wisata Agro.

Disamping itu juga memiliki keanekaragaman seni budaya, religi, adat istiadat yang tersebar di beberapa wilayah yang keberadaannya masih di lestarikan seperti budaya masyarakat Tengger upacara Kasada, Karo an Unan-unan, budaya masyarakat di Prigen dengan kegiatan keselamatan desa yang di kemas sangat menarik, di wilayah Nongkojajar dengan Grebeg Memetrinya.

Selain itu Kabupaten Pasuruan juga memiliki tempat yang representative untuk makan, hiburan, hotel-hotel berkelas, berbagai fasilitas serta lapangan golf bertaraf international yang di kerjakan oleh para arsitek lapangan golf kelas dunia. Bagi yang berminat untuk memberi sovenir atau kerajinan perak atau bordir yang di beli secara grosir di Bangil dan juga pusat hias yang terapat di kawasan Tretes Prigen dan Susu murni di daerah Nongkojajar

Yah, Pasuruan menyimpan berbagai potensi wisata  yang indah dan eksotis.

Bila anda berkunjung ke Pasuruan hukumnya “wajib” untuk menyempatkan diri mengunjungi gunung Bromo atau anda akan kembali beberapa tahun  lagi untuk menikmati pesona keindahan Gunung Bromo.

Hmm… anda akan membuang waktu percuma dan akan menyesal karena harus kembali untuk menikmati panorama wisatanya.
Penulis akan memberikan oleh – oleh perjalanan selama 3 hari sebagai bahan referensi anda bila mengunjungi pasuruan. semoga bermanfaat

Perjalanan Ke Pasuruan

Apabila anda berangkat dari Surabaya pagi hari jam 10.00 menuju pasuruan mengunjungi wisata Gunung bromo adalah waktu yang sangat tepat. Perjalan sejauh 95 kilometer akan anda tempuh dalam waktu 5 jam. Setelah menempuh perjalanan 2 jam melewati jalan tol Surabaya-Sidoarjo dapat berhenti sejenak di bunderan gempol setelah terjebak kemacetan hampir 40 menit di wisata Lumpur lapindo Porong Sidoarjo. Setelah melepas penat sambil menikmati jajanan pasar kue klepon dan cenil  khas Pasuruan.

Kurang lebih 3 jam perjalanan gempol menuju kawasan wisata Gunung bromo di pegunungan penanjakan Tosari Kabupaten Pasuruan. Udara sangat sejuk akan menyambut kedatangan anda. Ya tepat jam 4 sore anda akan sampai di tujuan. Disana nanti anda akan melihat hamparan panorama alam yang sangat indah. Sambil Duduk di dekat hamparan pasir udara dingin sudah mulai terasa. Mungkin kalau mau diukur suhu sampai 5Cs/d8C karena ketinggian 3.676 dpl.

Penulis yang pernah menyaksikan matahari tenggelam sangat kagum dengan ciptaan Tuhan. Dengan perlahan-lahan matahari menyembunyikan diri di balik langit. Kurang lebih jam setengah enam petang matahari menghilang diiringi cahaya merahnya yang membias.

hmmm…Cantik sekali…

Masyarakat Tengger yang menganut agama Hindhu, namun menurut keputusan Parisada Hindhu Darma Wasya rakyat Tengger juga memeluk Agama Budha Wahayana karena tidak memilik candi dalam melakukan Upacara. Namun mereka melakukan peribadatan di Punden-Punden atau Dayang-Dayang.

Upacara keagamaan yang terkenal karena kesakralannya yaitu Nadya Kasada yang merupakan yang di lakukan di Poten dan Kawah Gunung Bromo setiap tahunnya dengan harapan mereka diberi keselamatan dan kebahagiaan di samping itu juga di lakukan Pemilihan dan Pelantikan Dukuh .

lautan-pasir-di-bromo

Siap ditunggangi : Kuda sewaan siap ditunggangi dengan harga sewa murah berkelilingi di lautan pasir.

Yah, kawasan wisata gunung Bromo yang masyarakatnya hidup berdampingan dengan nuansa menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Sehingga membuat nyaman wisatawan yang mengunjungi tempat tersebut.

Agrowisata Petik Apel.

Kawasan ini terletak di desa Andonusari, Kecamatan Tutur yang memiliki udara yang sangat sejuk, daerha ini sangat cocok untuk sayur mayur dan buah-buahan, bermacam-macam jenis apel di daerah ini di antaranya apel Manalagi, apel Rhomebeuaty, apel Anna, apel Wanle. Selain apel juga terdapat Paprika, Bunga Krisan

Daerah ini juga tersedia home stay dari berbagai produk makanan kemasan seperti kripik nangka, kripikapel, teh apel dan suu segar yang bisa di jadikan oleh-oleh bagi wisata. Jarak tempuh 75 dari Surabaya dan 50 km dari Malang

Taman Safari Indonesia II

Salah satu obyek wisata Nasional yang merupakan lembaga konvervasi, pendidikan, penelitian dan rekreasi. Area luas 340 ha terdiri dari 3 kawasan yaitu American Eupean Zone, Asia Ausrealian Zone dan African Zone. Pengunjung dapat menyaksikan atraksi satwa yang menarik di antaranya Dolphin Island and Aerobic, Elephant Preentation, Wildlife Preentation, Bilrd of Prey Show serta Tiger and Lion Kindomtaman-safari-1

Berbagai pertunjukan aneka gratis yang menghibur dan mendidik dapat di nikmati di sekitar area rekreai dan baby zoo. Fasilitas Fasilita dapat dinikmati bersama keluarga seperti roller coaster, bom-bom boat, rumah hantu, safari swinger, atwa tunggang seperti gajah, onta dan kuda poni, juga I seiakan took souvenir bagi pengunjung

Kawasan Taman Safari Indonesia II terletak di kaki gunung Arjuno, di kelilingi dengan pemandangan pegunungan tropical dan koleksi binatang liar dari 150 negara dengan ketinggian 800-1500 meter dpl. Udaranya sangat sejuk, suhunya mencapai 24-250 C, perjalanannya mudah di jangkau hanya dua jam dari Kota Pasuruan dan Surabaya

Pemandian Alam Banyubiru

Pemandian Alam Banyubiru merupakan obyek wisata alam yang cocok untuk individu, keluarga ataupun rombongan. Pemandian tersebut terdiri dari dua kolam renang, untuk dewasa dan anak-anak. Juga ada kolam renang asli dari sumber mata air yang banyak di huni ikan sengkaring. Air yang jernih dan udara sejuk menambah kenyamanan pengunjung. Lokasinya di desa Sumberrejo, kecamatan Winongan, lokasi dapat di tempuh 15 km dari kota Pasuruan.
Danau Ranu Grati

Genap hari ketiga Merupakan obyek wisata alam berupa danau dengan luas 107 hektar enganlatar belakang pegunungan Tengger menambahah daya tarik tersendiri. Obyek ini anagt cocok untuk individu keluarga dan robongan. Para pengunjung selain dapat panorama alam dan juga bisa memancing, bersepeda air maupun naik perahu wisata dengan mengelilingi danau Ranu Grati dan dilengkapi aneka permainan anak

Di tempat ini banyak terdapat keramba apung sebagai penampung ikan air tawar seperti Gurami, Nila, Mujaer, Wader dan ikan lepuk dapat di beli dari nelayan. Tempat diletarikan alam kegiatan adat masyarakat setempat yaitu upacara Larung Sesaji.

Candi Jawi

Candi ini merupakan candi suci yang di perkirakan sebagai tempat Pendermaan Kertanegara raja terakhir Singasari (abad13). Arsitekturnya merupakan perpaduan Hindhu dan Budha yang bagian puncak berbentuk stupa
Candi ini terletak di desa Candiwates jalan Tretes, Pandaan. Tinggi bangunan candi 24,50 meter, panjang 14,20 meter dan lebar 9,50 meter, terbuat ari batu Andesir.candi-jawi1

Kawasan wisata Prigen yang di kaki gunung Penanggungan dan Arjuno memiliki udara sangat sejuk dan cocok untuk keluarga dan tempat penakaran dan pengembangan segala jenis hewan dan atraksi di Taman Safari Indonesia II, pusat pengembangan bunga hias di Leduk, Prigen, tempat hiburan dan rekreasi keluarga di The Taman dayu dan Finna Golf.

Sky Lot (Selancar Lumpur)

Atraksi ini merupakan olaraga tradisional masyarakat nelayan pantai Lekok yang di kenal dengan nama Sky Lot (Sky diatas lumpur). Atraksi ini biasanya di gelar setiap tahun pada hari ketupat, Lebaran. Area ini berupa lahan yang penuh Lumpur dari bekas tambak yang di keringkan airnya. Pada saat saat yang sama pantai Lekok juga di adakan lomba Flying dan perahu hias

Bangil Kota Bordir

Sentral ini merupakan kerajinan border di kota Bangil. Banyak tersedia berbagai kerajinan bordir antara lain pakaian, baju borir, baju tagwa, mukenah, sepatu border. Jenis produksi inidenag kualitas yang baik yang bisa di jadikan souvenir untuk wisatawan

Menurut Dinas Pariwisata Kota Pasuruan, Taufik Machmud mengatakan kabupaten Pasuruan sebagaian besar wilayahnya merupakan daerah pegunungan dengan udara yang sangat sejuk dan pesona alam yang indah. Untuk itu pesona alam ini harus di kembangkan dan di lestarikan, “Kami akan terus mengembangkan semua wisata di kabupaten Pasuruan,” ungkap Taufik Machmud

Saat ini lanjut Taufik di Kabupaten Pasuruan wisata yang sering di kunjungi baik dari luar Pasuruan maupun wisatawan mancanegara di antaranya panorama alam penanjakan gunung Bromo yang terletak di Tosari, Agrowisata petik apel di Tutur, Nongkojajar, Danau Ranu Grati, Pemandangan alam di Prigen. Semoga catatan tulisan ini dapat menjadi referensii bila anda mengunjungi pasuruan.

Selamat berlibur.

Pembangunan RSUD Purut Pasuruan Disoal

2304_di-bongkar-rsud-purut34

Disoal- Proses pembangunan RSUD yang siap bangun. Proses Pembangunan RSUD Purut Kota Pasuruan yang disoal LSM dan beberapa kontraktor.Kontraktor dan LSM Mempertanyakan

Pasuruan : Dalam waktu dekat, RSUD Dr R. Soedarsono, Kota Pasuruan akan berubah bagian depannya. Bangunan peninggalan Belanda ini akan direhab total dengan dana Rp 32 Milyar yang diambil dari APBD Kota Pasuruan. Renovasi bangunan ini tidak hanya fisik gedung saja, tapi juga pemenuhan sarana dan prasarananya. Kamis (23/04)

Penggarapan proyeknya sudah dilakukan lelang sekitar awal bulan ini. Namun sayangnya, lelang proyek besar ini di indikasi banyak kejanggalan. Karena dianggap tidak transparan, banyak diprotes para kontraktor lokal. Dugaan kejanggalan diantaranya, lelangnya terkesan ditutup tutupi. Sebagai isyarat yang mestinya harus diumumkan di media massa, nyatanya sampai sekarang misterius.

Walikota LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Kota Pasuruan, Suhendry Sulaiman menyikapi persoalan tersebut. Menurutnya proyek sebesar ini tidak dilakukan dengan transparan. Padahal proyek itu di danai dari uang rakyat yang harus dipertanggung jawabkan. Izul mengaku sampai detik ini dirinya tahu kontraktor PT MKI dari kabar angin.

Lanjutnya mengatakan,jika memang lelangnya diumumkan, medianya apa juga tidak jelas. Ada dugaan, pemasangan lelang itu sendiri bersifat siluman sehingga medianya tidak beredar di pasaran. Banyak kontraktor dan masyarakat Kota Pasuruan yang ingin mengetahui pengumuman itu, namun tidak menemukan media yang memasang pengumuman lelang tersebut.

“Seharusnya Pemkot Pasuruan harus transparan soal adanya proyek di Kota Pasuruan yang menelan anggaran tidak  sedikit. Kami hanya minta kepada Pemkot agar transparan. Kontraktor lokal saja tidak diikutkan lelang. Jujur saja, banyak kontraktor lokal yang mengeluh permasalahan proyek mega itu pada kami,” ungkap Izur

Hal serupa juga dilontarkan seorang kontraktor berpengalaman, Agus. Menurutnya, sejak pra lelang hingga lelang, tidak pernah melihat media yang memasang iklan tersebut. Tahu-tahu sudah pengumuman pemenangnya yakni PT MKI asal Surabaya. Karena ini dianggap sebagai bentuk pelanggaran, maka sempat protes. Apalagi dalam pelaksanaan lelangnya sendiri, kontraktor lokal tidak dilibatkan sama sekali.

Sementara, Dr Sugeng Winarta, Direktur RSUD dr Soedarsono mengatakan, jika Kota Pasuruan bakal memiliki rumah sakit yang representatif menangani berbagai keluhan masyarakat. “ Anggaran sebesar itu digunakan untuk merehab fisik dan sisanya lagi untuk menambah fasilitas medis. Dengan selesainya rehab ini, nantinya diharapkan dapat meningkatkan type rumah sakit dari type C menjadi type B.

Kahumas Pemkot Pasuruan M. Ichwan Chairat menanggapi protes tersebut mengatakan, seluruh tahapan proyek fisik RSUD sudah dijalankan sesuai mekanisme.

“Bahkan sejak pembukaan pra tender di akhir tahun 2008 lalu, Pemkot juga mengumumkan secara terbuka di salah satu media regional yang sudah ditetapkan secara resmi oleh pemerintah,” jelasnya.

Dia menandaskan, Pemkot juga tidak akan gegabah dalam merealisasikan setiap proyek fisik di masing-masing tahun anggaran. Sudah ada ketentuan yang harus dijalankan dalam mekanisme penggarapan proyek pemerintah.

“Semua mekanisme itu telah dipenuhi. Tentunya ada bukti administratif yang dijadikan dasar pelaksanaan proyek. Termasuk mulai tahapan pelaksanaan tender,” tegas Ichwan kemudian.

Sementara itu, pengerjaan proyek peningkatan fasilitas rumah sakit RSUD Purut sudah dimulai beberapa hari terakhir dalam pekan ini. Pekerjaan diawali dengan merobohkan gedung pelayanan poli penyakit dalam poli anak, dan poli kandungan.

PERANGKAT DESA PASURUAN DEMO

Pasuruan : Sebanyak 200 perangkat desa se Kabupaten Pasuruan, secara mendadak menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan. Aksi mereka lakukan untuk menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, agar segera Sebanyak 200 perangkat desa se Kabupaten Pasuruan, secara mendadak menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan sesuai ketentuan yang ada. Selasa (21/04)

Aksi perangkat desa yang sebagian besar Kepala Urusan (Kaur) dan pamong desa dari empat Kecamatan yakni Gempol, Pandaan, Prigen dan Beji yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perangkat Desa (FKPD) se Kabupaten Pasuruan.

Dalam tuntutannya mereka mengadu selama 2 bulan terakhir ini Pemkab belum mebayar tunjangan mereka yang mencapai Rp 400 ribu tiap bulannya. Disamping meminta pembayaran tunjangan harus tepat waktu, mereka juga menuntut agar Pemkab juga menaikkan besaran tunjangan sesuai dengan standar Upah Minimum Kabupaten (UMK) sebesar Rp 950 ribu/bulan.

“ Kami menginginkan hak-hak kami agar pemkab membayarnya sesuai dengan aturan yang ada. Kami juga inginkan agar tunjangan disesuaikan dengan UMK, “ teriak Anjar, korlap aksi
Menurutnya upaya pengaduan telah dilaksanakan jauh sebelumnya ke Pemkab, namun hingga saat ini belum diperoleh kepastian adanya pembayaran tunjangan selama dua bulan itu. “ Padahal, kami membutuhkannya dan tidak inginkan janji janji. Aksi ini kami lakukan dengan menyuarakan aspirasi kami kepada anggota dewan agar empat tuntutan kami dikabulkan oleh Pemkab Pasuruan, “ imbuh salah satu unjuk rasa
Dalam aksinya, sedikit terjadi ketegangan dengan aparat Kepolisian yang sedang berjaga disaat salah satu perwakilan perangkat desa yang tidak diperkenankan masuk untuk mengikuti proses dialog dan musyawarah dengan anggota Dewan. Beruntung petugas kemananan berhasil meredam situasi yang mulai tak terkendali dengan cara membujuk mereka agar bersabar tunggu keputusan dialog.

Dalam dialog, mereka juga menuntut agar diikutsertakan dalam program Jamsostek dan pembayarannya ditanggung Pemkab. Tapi di pertemuan itu belum ada keputusan. Jika 4 tuntutan mereka tak terpenuhi, mereka ancam mogok kerja dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, A.Zubaidi mengatakan pihaknya belum bisa putuskan karena melihat kondisi anggaran 2009 saat ini.

Walikota Sidak Pelaksanaan Unas

Pasuruan : Hari pertama pelaksanaan ujian nasional (unas) tingkat SMA/ SMK/ SMALB di Pasuruan berlangsung

l2004_walikota-sidak-unas12ancar. Tidak ditemukan keributan maupun kekacauan saat pelaksanaan ujian penentu kelulusan siswa SMA ini kemarin Senin (20/04).

Jumlah peserta unas untuk SMA, SMK dan MA di Kota Pasuruan total mencapai 2.925 siswa, namun hanya seorang siswa SMKN 2 Kota Pasuruan, M.Subhan, Jurusan outomotif yang terlibat dalam pencurian sepeda motor juga ikut dalam Unas. Namun ia dalam pengawalan ketat dari kepolisian sejak berangkat dari Mapolresta dan kembali juga ke Mapolresta.

AKP Aria Wibawa mengatakan meski terlibat dalam pencurian kendaraan bermotor, M Subhan tetap diberi keleluasaan untuk mengikuti Unas, “Siswa ini, saya beri special di hari Unas ini, karena untuk masa depan dia yang harus tetap diperhatikan. Karenanya ia tetap mengikuti pelaksanaan Unas, meskipun dengan pengawalan dan pengawasan ketat polisi yang tidak berseragam,” ungkap Aria Wibawa.

Sedangkan peserta Unas SMA sederajat di Kabupaten Pasuruan keseluruhan berjumlah 10.409. Secara terinci, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan menyampaikan untuk SMA 3.846 siswa, SMK 4.471 siswa dan MA 2.092 siswa, “Pelaksanaan Unas di Kabupaten Pasuruan berjalan dengan lancar,” kata Edy Sasmito

Biasanya saat unas digelar, para pejabat menggelar sidak hingga masuk ke ruang ujian. Namun saat ini tidak dijumpai lagi. Para pejabat hanya melihat dari luar ruangan seperti dialami H Aminurrokhman, Walikota Pasuruan, yang sidak ke beberapa SMA, SMK dan MA di Kota Pasuruan.

“Tidak apa-apa jika tidak diperbolehkan. Ini semua juga demi kebaikan para peserta agar mereka dapat mengerjakan soal-soal dengan tenang dan tidak terganggu konsentrasinya,” tandas Aminurrokhman.

Walikota Pasuruan H Aminurrokhman berharap agar para wali murid untuk tetap memperhatikan putra-putrinya selama berlangsungnya Unas. “Semua pelaksanaan Unas berjalan lancar dan saya menghimbau agar para orang tua untuk meningkatkan pengawasan belajar anaknya pada malam hari sehingga putra-putrinya dapat belajar dengan konsentrasi penuh,” Imbuhnya

Pemandangan menarik terjadi di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) Kota Pasuruan. Unas di SMALB hanya diikuti tiga siswi saja, yakni Lis Maisyaroh, Desi Natalia da Aris Sutrisno yang masuk di jurusan tuna rungu dan tuna Daksa. Karena pendengarannya tidak sempurna, komunikasi siswa dengan pengawasnya harus menggunakan bahasa isyarat.

“Lumayan dan hanya beberapa soal saja yang sulit. Semua jawaban saya isi dan yakin dapat lulus unas. Jika lulus nanti saya ingin bekerja,” kata Lis Maisyaroh.

Ponpes Metal Razia Orang Gila

1804_razia-orang-gila-13Pasuruan : Dalam dua hari, puluhan santri Ponpes Muslim Metal (menghafal ayat-ayat Al Qur’an) Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan berkeliling wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan untuk merazia orang gila. Para orang gila yang biasa berkeliaran di jalanan ini, oleh para santri yang rata-rata berambut gondrong, langsung ditangkap dan dimasukkan ke atas truk.

Tidak terkesan merasa keberatan sedikitpun dari para santri yang sigap begitu dijumpai terdapat orang gila berkeliaran di jalanan. Tanpa kompromi para orang gila itu langsung ditangkap. Jika meronta, para orang gila itu langsung diangkat dan dibawa lari untuk dimasukkan ke truk. Selama dua hari beroperasi, para santri Ponpes Muslim Metal berhasil merazia sebanyak 17 orang gila.

Selanjutnya orang-orang gilaini dibawa menuju ke Ponpes Muslim Metal untuk dibersihkan dengan dimandikan, dipotong rambutnya dan diberi pakaian yang layak. Meski gila, terkadang diantara mereka ada juga yang melawan saat dibersihkan

Sementara itu KH Abu Bakar Kholik, Pengasuh Ponpes Muslim Metal mengatakan aktifitasnya ini berlangsung bertahun-tahun lamanya. Tujuannya utamanya yaitu untuk memanusiakan orang gila itu.“ Saya kasian, mereka juga manusia, saya tangkapi selanjutnya dibersihkan, dimandikan dan diberi pakaian yang layak, dibina dengan berbagai aktifitas keagaamaan. Jika diperlakukan seperti orang normal pada umumnya, Insya Allah mereka bakal diberi kesembuhan,” ungkap KH Abu Bakar Kholik.

Menururutnya, memperlakukan orang gila seperti halnya dengan orang normal terbukti manjur. Terbukti dari ratusan orang yang dulunya gila saat ini sudah normal dan dapat beraktifitas kembali. “Jika sudah sembuh dan dia ingat kampung halamannya dan bisa pulang kembali dan hidup normal seperti orang kebanyakan. Tapi jika mereka memilih untuk tetap di pondok ini juga saya persilahkan,”imbuh KH Abu Bakar Kholik.